Pages

Rabu, 20 April 2011

keren,,seni patung terkecil didunia

Ia lahir pada 1957 di Birmingham. Willard Wigan memulai berkarya pada usia muda. Ia adalah seseorang yang mengalami disleksia (kesulitan membaca) dan berbagai jenis kesulitan belajar lain, yang membuatnya sulit mengikuti pelajaran di sekolah. Sebagai pelarian, ia mencoba menciptakan karya yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang


“Semua dimulai saat saya berusia 5 tahun”, katanya, “Saya membuat rumah untuk semut karena saya berpikir mereka membutuhkan tempat tinggal. Lalu aku membuatkan mereka sepatu dan topi. Semua itu adalah dunia fantasi tempat saya lari dari disleksia karena saya tidak tahan terhadap guru yang selalu mengkritik kesulitan belajar saya. Itulah bagaimana kisah saya sebagai microsculptor berasal”

Hasil karya Willard hanya bisa dilihat menggunakan mikroskop. Setiap karyanya bisa diletakkan di dalam lubang jarum. Pengorbanan personalnya sangat besar dalam tiap penciptaan karyanya. Willard memasuki tingkat meditasi dimana detak jantungnya melambat, hingga membuat ia dapat mengurangi getaran pada tangannya agar dapat menciptakan karya.. Bahkan gema dari suara jalanan di luar dapat mengganggu pekerjaannya, makanya ia memilih bekerja pada malam hari saat gangguan minim.

Hasil karya Willard sering disebut sebagai keajaiban dunia ke delapan. Ia bahkan telah mendapat penghargaan dari Prince Charles untuk hasil karyanya yang mengagumkan.

Ia menggunakan peralatan operasi yang kecil untuk membuat karyanya dari emas dan butiran pasir. Untuk mengecat, ia sering menggunakan rambut halus yang berasal dari lalat yang telah mati.
http://i.imgur.com/Wfna7.jpg
http://i.imgur.com/hkADW.jpg
http://i.imgur.com/9dObB.jpg
http://i.imgur.com/M17hg.jpg
http://i.imgur.com/RKh5I.jpg
http://i.imgur.com/f5VDv.jpg
http://i.imgur.com/45hF6.jpg
http://i.imgur.com/DBVKw.jpg
http://i.imgur.com/2U2HS.jpg



cerita unik dari para presiden indonesia

Rachmawati Soekarnoputri bercerita, salah satu yang cukup berkesan dari ayahnya, Presiden Soekarno, adalah perhatiannya apabila anak-anaknya sedang sakit. "Bung Karno bisa meninggalkan acara penting apabila salah satu anaknya ada yang sedang sakit," ujar Rachmawati yang dilahirkan di Istana Merdeka tahun 1953.



Menurut Rachmawati, putri ketiga pasangan Bung Karno dan Fatmawati, ketika ia sedang sakit, presiden pertama RI itu mendatanginya dan membelai-belai rambutnya. "Bapak datang ke kamar saya dan menawarkan makanan apa yang paling saya sukai," ujar Rachma.

Maka, ketika Bung Karno dikarantina di Batutulis, Bogor, 1968, Rachmawati merasa kasihan kepada ayahnya yang sedang menderita sakit. Rachma datang ke rumah Presiden Soeharto (waktu itu) di Jalan Cendana, Jakarta. Rachma minta agar Bung Karno dipindahkan ke Jakarta. Pak Harto saat itu setuju dan berjanji akan mengatur kepindahan Bung Karno ke Jakarta. Sikap Pak Harto itu membuat air mata Rachma berlinang. "Ya, waktu itu saya datang ke Jalan Cendana," kata Rachma.

Pohon kayu manis pak Harto

Salah satu dari sejuta hal kecil menarik dari Pak Harto adalah apabila ia sedang ada di wilayah pertanian dan peternakan Tapos, Bogor, Jawa Barat. Apabila di tempat yang dingin ini, Soeharto tampak santai sekali. Para tamunya yang datang ke tempat ini diberi hidangan arem-arem yang dilapisi telur dadar (omelet).

Sambil berjalan keliling tempat pertanian dan peternakan yang dibangun pada 1974 itu, Pak Harto memperkenalkan sapi-sapi, kambing-kambing, serta rumput gajah. Tak pernah lupa Pak Harto mengatakan, "Di sana itu ada deretan pohon-pohon kayu manis. Kalau daun mudanya sedang tumbuh, warnanya kemerah-merahan, indah sekali."


Lagu "Widuri" pak Habibie


Sementara itu, Presiden BJ Habibie sering bercerita kepada wartawan tentang kegiatannya berenang sebelum berangkat ke Istana Kepresidenan. Ia juga sering melantunkan lagu "Widuri" dalam berbagai kesempatan, termasuk acara di Istana Negara.

Kisah Pak Jaya (Sopir Gus Dur)

Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah sosok menarik bagi pengemudi resminya, yakni Pak Jaya. Pak Jaya juga pernah menjadi pengemudi resmi para wakil presiden pada masa Orde Baru.

Ketika Gus Dur menjadi presiden, Pak Jaya selalu berdialog di dalam mobil. Canda dan tawa adalah suasana sehari-hari dalam pertemuan Pak Jaya sebagai sopir resmi presiden dengan orang nomor satu Indonesia itu. Ini belum pernah terjadi sebelumnya. Biasanya, ia hanya duduk dan menghadap ke depan atau melihat kaca spion mobil. Gus Dur begitu tahu nama gang-gang di kampung Pak Jaya.

Maka, ketika Gus Dur dilengserkan, ia protes dengan menyembunyikan mobil kepresidenan ke suatu tempat di kompleks istana yang tidak diketahui orang lain. "Kasihan, Gus Dur," ujar Pak Jaya.


Butiran Kencur ibu Mega

Presiden Megawati Soekarnoputri punya kebiasaan kecil lain. Ketika masih menjabat sebagai wakil presiden, Mega berkunjung secara resmi ke Singapura. Di suatu tempat, ia mengundang wartawan untuk duduk di dekatnya. Di meja, di depan Mega, tergeletak piring kecil berisi beberapa gelintir kencur. Sambil berbincang-bincang tentang berbagai hal, Mega memasukkan butiran-butiran kencur itu ke dalam mulutnya satu per satu, lalu dikunyahnya. "Kalau saya batuk, saya makan ini," ujarnya.


Pohon Rambutan pak SBY

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dalam suatu acara jumpa pers menjelang akhir tahun di kediamannya di Puri Cikeas, Bogor, mengatakan kepada para wartawan, "Pohon rambutan saya sedang berbuah, manis sekali." Kemudian, ia meminta salah seorang pembantunya mengambil rambutan dan kemudian dihidangkan kepada para wartawan.

trailer red riding hood